INSOUNDIA #1 – TOMORA Cafe YK /220912

    Berbekal short message dari teman yang meminta bantuan untuk meliput acara yang diberi titel Insoundia di Jogja, saya segera meluncur ke arah belakang amplas. Dari acara yang seharusnya dijadwalakan jam7 sudah mulai, mundur sampai jam set9 malam. Dan akhirnya Mdae… band pertama dari Yogkarta ini membuka jalan di stage dengan cover lagu walah dari netral ala mereka yang lebih raw.

      Walaupun memiliki masalah dengan alat, ditengah perform, tetap asik untuk band pembuka acara malam itu. Setelah membuat stage memanas, giliran Bangs, band dari semaranglah yang tampil setelahnya. Band yang memiliki frontman seorang perempuan ini terlihat energik dengan balutan musik rock yang mereka usung. Catchy rock n roll lah… and whact out…they are always ready to bang ur head!! acara yang mengambil sebuah kafe kecil di bilangan Nologaten, Tomora kafe ini merupakan gagasan yang terbentuk ketika dua kelompok komunitas dari Common People Yogyakarta dan MusicSemarang.com bersepakat untuk menyelenggarakan suatu sajian seni yang tentunya membawa kultur indie dari Yogya dan Semarang. Setelah Bangs, tak terasa venue telah terisi oleh riuh teman teman yang datang. Semakin malam semakin memanas. Distorsi akustik pun muncul setelahnya. Dengan balutan shoegaze yang diberi sentuhan scream di beberapan part dalam lagunya, sekelompok anak muda ini mencuri atensi dari penonton. Thats weird awesome, seperti mendengarkan lagu fix u dr coldplay berbarengan dengan scream anthem of dying today-nya Story of the Year. Summer in Vienna yang kental dengan usungan indie pop-nya pun hadir setelah itu. Corak corak musik seperti Camera Obscura, The Cardigans, Brighter, serta Glasgow acts adalah sound result mereka. Lampu kota begitu indah pada malam itu.

 

     Yah, Lampu Kota, band dari Yogyakarta, yang sudah terlahir dari tahun 2007 itu adalah salah satu band yang ditunggu malam itu. Band yang sudah mengeluarkan album di tahun 2010 dibawah bendera blossom record itu pun hadir dengan poprock Madchesternya. Sontak para penonton merapat kedepan dan sing along bersama mereka. Tak terasa malam mulai larut, dan band terakhir pun datang dari semarang. Dengan musik khas indie pop mereka, mereka menjadi pamungkas pada malam itu. Here they are; Ok Karaoke. Yah..melepas kerinduan dengan Jogja setelah sekian lama mereka tidak bertandang kesana. Kafe yang tidak terlalu besar itu seperti sebuah private party untuk mereka. Lekas Sembuh adalah lagu pertama yang dimainkan. Lagu itu akan masuk dalam album terbaru mereka yang segera liris. Lagu kedua diambil dari album lawasnya Sail Off The Storm, yah Royal Ambassador Mistress keluar pada lagu kedua. Banyak dari teman teman yogja bernyanyi bersama. Belum selesai euphoria, Call Me Time dimainkan. The Stone Roses, New Order, Morrisey, Sigur Ros, adalah gabungan dari musik mereka. Dan akhirnya sampai pada lagu terakhir, Departed, lagu ini masuk di kompilasi Atlas City Movement yang berisi 14 bands dan 14 genre yang beda dari Semarang. “kalo kalian ingin oleh-oleh dari Semarang, Atlas City movement adalah yang kalian cari”. kata Dito, frontman Ok Karaoke. Departed pun menjadi akhir acara Insoundia di Yogyakarta. Puas sudah Jogja dengan kerinduannya akan kedatangan mereka. Awesome night….

teks&photo oleh Ridafa_MFD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s