Arsip Penulis: 374C023

Tentang 374C023

Musician kid's

Tips & Trick Home Recordings – Menambah Value Pada Lead Track

Iklan

Tips & Trick Home Recording – Audiopath Cubase Element 8 –

2

BATANG GRUNGE A LIVE #7

Batang-Grunge-Alive-web Semarang – Valetna Records x Komunitas Grunge Batang akan mengadakan BATANG GRUNGE ALIVE #7, bertempat di Anjungan Matangan Km 3, Batang pada 3 Mei 2015, menampilkan Reckless, The Caroline, Peanut Butter, The Fuckgina, Pedhoyo Asin, Not Dead Yet, Tiga, Miss Jackson, Soundgohan, Mr. Mustache, Sunan Kuning, Adundas, Radiodiffusion, Distrosi Akustik. Samapi ketemu disana ya . . cheers.

Jonny Cash – Birthday Bash – Friday Feb 27 2015

image

Pesta Perilisan Distorsi Akustik – Puji Utomo, Taman KB. Semarang. 7 Feb 2015

 

Pesta Rilis Album Distorsi Akustik – Genesis 2:3 (single) dan Distorsi Akustik – Puji Utomo (mini album) di Taman KB Semarang. Berisikan 7 lagu yang terisnpirasi dari keadaan social dan kisah kisah keseharian. Dalam album single Genesis 2:3 terdapat dua lagu yang di distribusikan secara geratis menggunakan lisensi dari creative commons, sedangkan Album Puji Utomo terdapat 7 lagu bertemakan kritik social yang dijual dalam bentuk format digital. Dalam pesta perilisan tersebut terdapat 6 band pendukung dari musisi lokal seperti moiss, radiodiffusion, fond, terasku, Dinding kota dan BBways. Acara sederhana perilisan album Distorsi Akustik acara ini juga merupakan acara yang ditujukan untuk menghormati gitaris terdahulu mereka Alm. Puji Utomo ataulebih dikenal dengan Uut Distrik, yang berpulang pada 7 Januari 2014.

‘Alm Uut Distrik memberikan kontribusi yang besar dalam penggarapan album ini, maka itu album ini merupakan penghormatan kami untuk beliau’ ucap Viko sambil menyerahkan potongan tumpeng kepada Mas Alfin kakak kandung dari Alm.

Mas Alfin Dan Viko10408687_10203466008397662_6288615175231370635_nAcara mulai pada pukul 19.00 dibuka oleh pecinta seni tari dari SMA N 4 Semarang yang waktu itu sedang berada di kawasan Taman KB dan berhasil kami culik untuk membuka acara malam itu. Dengan menggunakan seragam training mereka mulai memasuki panggung dengan penuh percaya diri untuk menampilkan apa yang mereka miliki. Memakan durasi sekitar 9 menit gadis-gadis ini menghipnotis pengunjung yang beragam dari penggerak/pecinta musik Semarang, beberapa keluarga yang sengaja menghabiskan akhir pekannya di taman KB hingga para abg-abg yang tampil dressed to kill. Ya memang sebenarnya tidak ada rencana dari panitian untuk mendatangkan para penari ini didalam rangkaian acara pesta perilisan kali ini. Lalu BBways nampak mulai sibuk di pinggir panggung untuk siap tampil setelah tarian aceh ikut menyemarakan acara malam itu. Band yang mengusung musik country ini membawakan 4 lagu malam itu. Kini giliran Dinding Kota yang mengambil alih panggung, band instrumental post rock ini membawakan 3 lagu untuk membuka Distorsi Akustik yang akan tampil setelah mereka.Dinding Kota

Dan kini Distorsi Akustik yang akan naik panggung sesi pertama malam itu membuka show mereka dengan genesis 2:3 sebuah lagu instrumental yang bercerita bagaimana dunia ini tercipta. Setelah sukses dengan lagu pembuka mereka membuka lagu kedua dengan sedikit berorasi mengenai isu terrorism dan ekstrimis yang mengatasnamakan salah satu kepercayaan, ‘ Islam bukanlah agama kekerasan, marilah kita jangan diam ketika ada sebagian kelompok yang membenarkan tindakan merusak mereka dengan dahlil Agama’ ucap viko sebelum Hersandy membuka lagu ‘Uphoria Surga’ dengan suara gitarnya. Dan sebagai lagu terakhir dalam sesi pertama itu Distorsi Akustik menutupnya dengan ‘mesin pemahat waktu’ yang bercerita tentang kematian itu nyata terlepas percaya atau tidak tentang Tuhan.Distorsi Akustik

Setelah sesi pertama malam itu penampilan dari Distorsi Akustik sukses, selanjutnya panggung diserahkan kepada Radiodiffusion yang tampil malam itu menggunakan drum additional Zaqi(Docar Balap). ‘Malam ini kita bukanlah radiodiffusion melainkan radiobalap karena malam ini kita dibantu oleh teman kita Zaqi untuk menggantikan sementara drummer kita yang sedang ada perjalanan bisnis ke bandung’ ucap Luqman sambil tertawa dalam memperkenalkan additional drummer mereka. Radiodiffuion membawakan dua lagu dari album pertama mereka dan satu lagu baru yang akan menjadi materi dalam album berikutnya. Selanjutnya Fond mulai mempersiapkan set alat mareka di panggung, ‘Selamat buat distrosi akustik untuk album barunya, malam ini kita memberikan penghormatan bagai teman-teman kita yang berpulang lebih dahulu semoga Alm Uut dan Alm Momon Basis kami terdahulu dapat diterima disisiNya’ ucap fahmi sebelum membuka lagu pertama malam itu. Fond mempersembahkan salah satu lagu milik Sonic Youth dan 2 lagu berirama indie rock kepada pengunjung malam itu.

FondSelepas Fond berhasil menghipnotis penonton malam itu kini giliran Moiss yang mengambil alih panggung dengan psychedelic rock-nya mereka mengcover jesus mary chain – Rat Just like honey lalu Sign, dan menutupnya dengan membawakan sink dari album ep mereka yang rilis di tahun 2014 lalu. Well ini dia Terasku menjadi band terakhir yang ikut memeriah pesta perilisan album Distorsi Akustik mulai memasuki panggung untuk menyeting peralatan mereka. Band Trio Instrumental yang terinfluence oleh God Is An Astronouts ini membisukan penonton dengan dream instrumental post rock-nya dengan membawakan 3 lagu sendiri mereka yang ditutup dengan gitaris mereka yang memainkan pedalboradnya hingga menghasilkan bebunyian aneh namun tetap indah terdengar. Dan sayangnya Distorsi Akustik tidak dapat naik panggung untuk sesi kedua dikarenakan keterbatasan waktu yang ada, singkat cerita setiap band yang tampil malan itu tak henti hentinya memberikan ucapan selamat kepada Distrosi Akustik yang berhasil merampungkang mini album perdana mereka bertajuk ‘Puji Utomo’. Well sampai ketemu di gig-gigs selanjutnya . .  Cheers

 

Petra Wewra

 

RELEASE PARTY – DISTORSI AKUSTIK ‘PUJI UTOMO’ – Taman KB SMG

Poster-Distrik-Puji-Utomo---7-Feb-15---Taman-KB

Semarang – Valetna Records akan mengadakan relase party dari album EP Distorsi Akustik bertajukan “Puji Utomo” di Taman KB pada 7 Februari 2015.

Semenjak dirilis oleh valetna records pada single album “A Man Who Called Eve” lagu yang berdurasikan sekitar 4 menit tersebut terus mendapakan dukungan dari kalangan komunitas musisi lokal, pemerhati pergerakan musik lokal dan awak media baik secara on-line maupun off-line. Band yang beranggotakan 5 orang ini kembali memasuki studio pada awal tahun 2014 dan sudah mengumpulkan 6 lagu yang mengusung tentang kritik sosial yang dibalut musik pop yang catchy, easy listening agar pesan dari esensi lagu tersebut dapat tersampaikan kepada khalayak luas.

Menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing mereka mulai merangkai kata yang dijadikan sebuah pesan tersembunyi dibalik setiap nada dalam lantunan lagu yang diciptakan. Dalam judul lagu “Euphoria Surga” tertulis “mengejar surga walau hukumnya membunuh” ini untuk mengkritisi beberapa ekstrimis yang hadir di kalangan masyarakat pesan ini dilebur menjadi suatu karya yang apik dan menggugah bagi setiap pendengarnya. Dan sebagai intro pada album tersebut “Genesis 2:3” terinspirasi dari bagaimana dunia ini tercipta dikemas kedalam sebuah alunan nada-nada yang tersusun rapi seolah-olah mengikuti apa yang terjadi tentang bagaimana dan seperti apa dunia ini tercipta. Dengan raungan gitar yang mendayu-dayu diikuti oleh beat yang konstan demi menjaga kewibawaan darimana lagu ini terisnpirasi
.
Puji Utomo merupakan personil mereka yang lebih dulu meninggalkan dunia ini pada tahun 7 Januari 2014 “album ini kami dedikasian untuk almarhum gitaris kami yang berpulang pada saat proses produksi berlangsung” ucap viko – vokalis Distorsi Akustik. Rasa saling memiliki satu sama lain menjadikan mereka terus melanjutkan apa yang sudah dibangun dan perjuangkan. Dalam release party nanti mereka turut mengundang 6 band lokal untuk ikut merasakan atsmofir album Distorsi Akustik.

Petra Wewra – Valetna Records